Laguna Pulau Rufas, Mutiara Tersembunyi Di Raja Ampat

By | November 9, 2016

RAJA AMPAT, KOMPAS.com – “Brumm..tok..tok..tok” . Suara mesin kapal yang saya tumpangi memekakkan telinga. Sang juru kemudi memacu dapur mesin berbahan bakar bensin. Haluan perahu meninggalkan titik selam Pianemo di Raja Ampat.

Pemandangan bawah laut Pianemo menghilang. Karang berwarna-warni aneka ukuran juga ikan sirna dari pandangan mata. Keheningan bawah laut berganti keriuhan penumpang kapal yang saya tumpangi.

Decak kagum pada Raja Ampat masih terasa kental. Di sekeliling perahu, bukit-bukit karst yang terbentuk jutaan tahun lalu

(BACA: Menikmati Keindahan Raja Ampat dari Gunung Botak)

Lalu, perahu melaju memecah ombak. Buih-buih air muncul di perairan Raja Ampat. Dari jadwal acara paket wisata bahari PT Pelni “Let’s Go Raja Ampat” muncul nama obyek wisata Pulau Rufas.

KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Air laut Pulau Rufas yang terlihat jernih pada Senin (1/6/2016). Pulau Rufas terletak di Desa Pam, Distrik Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Lanskap air laut jernih serta tebing batu karst bisa terlihat dari puncak bukit.

“Kita ke Pulau Rufas setelah ini,” kata seorang pemandu wisata yang menemani saya.

Matahari saat itu masih mengawali perjalanannya. Begitu pun dengan saya dan peserta paket wisata bahari PT Pelni. Di Pulau Rufas, kami diagendakan untuk snorkeling.

Tak perlu waktu lama dari titik snorkeling pertama di Pianemo ke Pulau Rufas. Juru kemudi cukup memacu perahu sekitar 10 menit. Pulau Rufas pun masih bisa terlihat.

Saya sendiri belum punya bayangan tentang Pulau Rufas. Sedikitnya referensi di dunia maya menjadi satu tantangan. Saya hanya berbekal informasi dari pemandu wisata.

Waktu 10 menit berlalu dengan cepat. Juru kemudi memperlambat putaran mesin tempel di perahu. Di depan perahu saya, lebih dulu bersiap untuk masuk.

“Ini di dalamnya seperti laguna,” celetuk Rio singkat.

KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Perahu kayu berada di laguna Pulau Rufas yang terlihat jernih pada Senin (1/6/2016). Pulau Rufas terletak di Desa Pam, Distrik Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Lanskap air laut jernih serta tebing batu karst bisa terlihat dari puncak bukit.

Laguna adalah sebuah danau kecil yang terjadi pada laut dangkal. Perairan ini biasanya dikelilingi oleh karang atau gosong pasir yang menutup pesisir atau muara sungai. Saya segera bersiap mengeluarkan kamera.

Perlahan demi perlahan, haluan kapal mengendap-endap masuk melalui sebuah celah pulau. Semua penasaran. Seorang kontributor media milik swasta asal Sorong, Jeje juga bersiaga dengan kamera seperti tak ingin kehilangan momen.

Bening seperti kaca. Rasanya analogi tersebut tak berlebihan untuk menggambarkan panorama laut di Pulau Rufas. Dasar laut terlihat dengan jelas.

Warna laut di tengah Pulau Rufas tergradasi. Warna hijau dan biru yang berasal dari ganggang laut dan karang berdampingan. Selebihnya, pasir putih membentang di dasar laut Pulau Rufas.

KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Pasir putih di Pulau Rufas pada Senin (1/6/2016). Pulau Rufas terletak di Desa Pam, Distrik Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Lanskap air laut jernih serta tebing batu karst bisa terlihat dari puncak bukit.

Seakan terpenjara, laguna Pulau Rufas bak taman laut nan jernih. Di ujung pintu masuk Pulau Rufas, sebuah rumah kayu beratapkan daun sagu kering berdiri. Sementara di sisi ujung kiri titik masuk terbentang dermaga.

Saya memutuskan untuk mendaki bukit Pulau Rufas begitu tiba di dermaga. Pemandangan dari sisi atas Pulau Rufas mungkin berbeda. Di atas bukit terdapat satu pondok yang terpantau tak terawat.

Alas sepatu tak menggigit batuan kapur. Tak ada pegangan untuk menuju pondok itu. Bahaya selalu mengikuti ketika mendaki. Berpegangan dengan ranting pohon dan batuan karst bisa jadi salah satu cara yang aman untuk mendaki.

Dari atas pondok bukit, saya masih harus menaiki tangga. Tangga tersebut membawa saya ke lantai dua pondok. Dari sana, laguna Pulau Rufas terlihat menawan.

KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Sebuah pondok di salah satu puncak bukit karst Pulau Rufas, Senin (1/6/2016). Pulau Rufas terletak di Desa Pam, Distrik Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Lanskap air laut jernih serta tebing batu karst bisa terlihat dari puncak bukit.

Pasir putih di Pulau Rufas seperti memeluk laguna. Di sisi kanan, karang-karang mewarnai laut. Tebing-tebing karst juga membentengi laguna. Warna abu-abu, hijau, biru, putih, dan hitam tampak harmonis menyuguhkan lanskap yang memanjakan mata.

Seorang pemandu wisata paket wisata bahari PT Pelni lainnya, Rani mengatakan obyek wisata Pulau Rufas belum banyak dikunjungi oleh wisatawan. Ia menuturkan pihak-pihak travel agent di Raja Ampat belum banyak menyediakan tujuan wisata ke Pulau Rufas.

“Sampai sekarang belum banyak yang masukin Pulau Rufas ke itenerary wisata,” jelasnya.

Di Pulau Rufas juga terdapat pantai berpasir putih. Di pinggir pantai tumbuh pohon seperti pohon pinus. Di tengah pulau, sudah terdapat fasilitas seperti homestay dan kamar mandi hasil swadaya seorang warga Desa Pam. Homestay tersebut disewakan untuk wisatawan.

Ah, Pulau Rufas seperti mutiara tersembunyi dari Raja Ampat. Keindahannya terbenam di dasar laut. Tersisihkan oleh keindahan Wayag, Pianemo, juga Misool di Raja Ampat.

 

 

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/11/08/170400527/laguna.pulau.rufas.mutiara.tersembunyi.di.raja.ampat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *